Catatan Hati Seorang Overthinking

bahkan ketika orang lain menganggap itu tidak penting.

Advertisements

Alhamdulillah, akhirnya ada waktu buat nulis pemikiran dari orang overthinking (just like me) 😀

mungkin banyak banget orang disekitar kalian yang juga overthinking, entah itu dalam hal pekerjaan, batin, perlakuan, dan banyak hal yang dipikirkan oleh mereka..
nah, aku? Hehehe aku mau sedikit mengungkapkan hal yang aku rasa banyak orang tidak tau kebanyakan, bahkan mereka berpikir “ah gitu aja kenapa dipikirin sih?” “hmmm, nggak kepikiran…” “udah, bawa happy ajalaah….
waaaahh, aku juga kadang mau dan pingin punya pemikiran secuek itu :’D
tapii, asal tau aja.. terkadang hal sekecil itu merupakan apresiasi dari mereka(para orang overthinking) untuk menghargai orang lain.

Meskipun banyak juga orang overthinking yang bawaannya jadi curigaan, pesimis, dan hal negative lainnya.. tapi ulasanku kali ini membahas mengenai pemikiran kecil yang bisa jadi aku harap orang lain harus tau! (pake tanda seru)..

Hal-hal kecil itu mulai dari:

ketika antri isi bensin, aku memastikan untuk segera menyiapkan uang agar nanti ketika sudah tiba saatku, aku bisa langsung siap dan tidak membuang waktu lama untuk merogoh dompet di tas atau saku. Ketika bensin sudah terisi, aku langsung maju untuk memberikan space lain buat orang di belakangku barulah aku menutup tempat bensin di motor(apalah itu namanya) dan menutup jog motorku, untuk segera maju kedepan lagi dan tidak menghalangi orang dibelakangku jika mereka sudah selesai.

ketika teman-teman mau main kerumah, aku pastikan mereka mendapatkan tempat yang nyaman, bersih, udara yang tidak pengap, tidak gerah dan memastikan mereka tidak haus. Ketika suasana mulai diam dan tidak nyaman, aku berusaha mencari topik pembicaraan dan membuat mereka senyaman mungkin dan tidak merasa awkward.

ketika berkumpul dengan teman, aku memastikan memasang hp.ku dalam kondisi airplane mode atau menaruhnya di saku agar  tidak menyebabkan mereka merasa kesepian, tidak dianggap, dan tidak nyaman. Kecuali jika dalam keadaan penting dan aku harus menjawab pesan di hp, akupun meminta izin untuk menjawab pesan itu.

ketika berada di supermarket, aku memastikan untuk tidak berada di tengah jalan agar memudahkan orang lain untuk lewat. Aku juga berusaha tidak terlalu lama ketika berjalan atau berada di suatu tempat, jika itu perlu maka ambil, jika tidak maka lanjut jalan.

jika aku merasa ada orang aneh, atau dia menjadi pusat perhatian dalam hal negative, aku tidak akan melihatnya, karena itu akan membuatnya tidak nyaman dan malu. Hal itu juga berlaku di kelas ketika salah satu temanku ditegur dan dimarahi oleh guru, kemudian seisi kelas melihatnya seakan dia makhluk hina dan berdosa -_- teman-teman yang lain biasanya melihatnya terus tanpa mereka sadari, padahal hal itu bisa menjadi memalukan.

terkadang, aku merasa tidak perlu untuk mengabarkan bahwa aku sakit. Karena aku khawatir membuat teman-teman bingung dan repot-repot kerumah.

terkadang, aku merasa tidak ingin merepotkan orang lain dalam berbagai hal, kecuali jika hal itu sangat urgent. Seperti ketika berpacaran dulu, aku merasa tidak perlu dijemput, kalo makan tidak perlu dibayari, dll. Karena aku bukan istrinya dan kita masih berpacaran(oke, stop pembahasan pacaran ._.)

ketika aku selesai sempro, semhas, sidang, bahkan aku tidak mengabarkan pada teman-temanku. Aku mengabari mereka sesaat sesudahnya. Karena aku tidak ingin berharap bunga, makanan atau apapun dari mereka. Aku hanya berharap mereka masih jadi temanku yang ada saat susah, senang dan terus mendo’akanku. Aku tau hal itu menyenangkan, tapi aku hanya tidak ingin mereka datang dan aku berharap sesuatu kepada mereka. Meskipun aku pasti akan senang dan sangat menerima pemberian mereka. Hal itu juga berlaku ketika aku ulang tahun, aku bahkan menyembunyikan hari ultahku di FB, karena aku tidak ingin menyusahkan mereka. Dan aku tidak khawatir jika mereka lupa hari itu.

jika meminjam barang, buku, uang, dsb.. meskipun hanya uang 500 rupiah akan selalu aku ingat. dan pastikan mengembalikan kepada yang bersangkutan.karena kita tidak pernah tau, seberapa berharga uang, buku, atau barang yang kita pinjam kepada orang tersebut.

bahkan, akupun merasa terlalu merepotkan kedua orang tuaku karena aku masih bergantung pada mereka. Aku tidak ingin merepotkan mereka sedikitpun. Aku ingin menjadi mandiri, sukses dan berbakti pada mereka dunia akhirat. Aku malu jika terus menerus meminta uang dari mereka, bahkan jika hal itu perlu. Aku bahkan tidak ingin ikut wisuda karena kalo mau wisuda masih ada biaya ini itu dll, dan dalam kondisiku yang belum mandiri, hal itu cukup membuatku yakin tidak ingin ikut wisuda (tapi aku lulus kok, ehhehe). Ketika aku sudah selesai urusan kuliah, aku benar-benar ingin mandiri sepenuhnya. Meskipun nggak kerja di kantoran(seperti yang diharapkan ayah), aku ingin tetap berpenghasilan dan tidak merepotkan mereka.

Begitulah pemikiranku, terkadang karena pemikiran seperti itu aku jadi takut. Takut ketika aku meninggal nanti, tidak akan orang yang mengingatku dan mendo’akanku :’)
padahal sejujurnya, aku hanya tidak ingin menyusahkan mereka, menyusahkan orang lain yang bahkan aku tidak mengenalnya. Aku hanya ingin menghargai waktu mereka. Setelah menulis ini, bahkan aku berpikir ini adalah tulisan bodoh dan dodol :’D

bahkan tanpa aku sadari, aku merasa selalu ingin membuat orang lain nyaman, sekalipun itu sering membuat diriku sendiri nggak nyaman ._.

Aku juga kadang merasa terlalu mengekang diri sendiri dengan pola pikir semacam ini, hmm…. Well, aku cuma berharap, semoga Allah pertemukan aku dengan orang tepat yang memahami aku yang seperti ini :’D tidak hanya jodoh, teman juga, teman harus pengertian. Teman hidup u.u

Hehe, okelah jangan terlalu dipikirkan.. intinya, tetaplah jadi orang menyenangkan, ceria dan ramah untuk orang lain. Hargai orang lain, harga diri kita sendiri. Hargai waktu orang lain, dan tanggung jawab pada diri sendiri.

fyi, tulisan ini tidak bertujuan untuk memojokkan atau nyindir seseorang. Ini hanya sudut pandang dari seorang aku saja kok 😀 oke terima kasih, semoga bermanfaat 🙂

Author: Adamina Islam

both extrovert and introvert 😌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s