Yudisium tapi Baper

wisuda fakultas teknik di kampus kecilku.

Advertisements

Dua pekan berlalu, terasa lama, padahal nggak juga..

 

Dua pekan yang lalu, 5 September 2016 adalah hari dimana fakultas teknik di kampus kecilku mengadakan yudisium, sebut saja wisuda fakultas.

Aku saaangaaaat menantikan hari itu(berharap dapet SKL, biar cepet-cepet cari kerja, padahal SKL belum keluar, hiks)

Aku membayangkan aku duduk bersama teman-temanku, memandang ruang yang kecil untuk sebuah ‘yudisium’, berbicara, bercanda, menoleh kebelakang, untuk sekedar memastikan mereka masih ada disekitarku, menemaniku, hmmm…… jujur, aku baper.

Aku tidak sekuat dan secuek kelihatannya, aku begitu rapuh, ingatanku masih jelas pada masa dimana memulai ospek, militer di AAL, pemilihan kelas, pertama bertemu teman sekelas, kesan pertama, teman pertama, tugas, mata kuliah, flowchart, database, LDAA, erd, dfd, dosen, BAAK, BAAU, Humas aaand  everything about 4 years ago :’)

Menghela nafas panjang disaat semua teman-teman disekitarku berbincang-bincang dan tampak sangat akrab, sekali lagi, aku mencoba untuk ikut bercanda, tertawa, memojokkan temanku yang lain sambil ngenes didalem.. iya ngenes brasa baper dan pingin nangis, tapi masih bisa ditahan, hehehe

Disaat yang sama, aku sangat menyayangkan ketika beberapa temen sekelas yang nggak bisa ikut yudisium bareng, tapi aku tetep berharap mereka biar segera menyelesaikan momok skripsi itu biar selesai sudah tanggungan di kampus.

Teman-teman bergegas menaiki tangga, pertanda yudisium akan segera dimulai. Kamipun masuk kelas dengan suasana ramai, panas, sesak dan gitudeh pokoknya. Kemudian kami duduk berdasarkan urutan yang telah ditentukan. Aku duduk disebelah kiri master Vian dan disebelah kanan master Alifah. Well, if you know, mereka itu yang sudah berkali kali aku sebutkan di Progress Skripsi Ya siapa lagi kalo bukan master-master bersejarah di kampus :’D

Yudisium-pun dimulai, ada pembukaan dari seorang dosen yang killer tapi bikin kangen, hehhe… beliau suka ngomong ‘gundulmu’ dan pernah mengatakan mahasiswa seperti kami adalah ‘sapi’ yang ngikut majikannya kemana-mana soalnya ada pengait di hidungnya, duh please.. pas beliau ngomong gitu lihatnya ke aku, jadi bagaimana bisa aku melupakan moment itu pak :’D

Beliau Nampak senang dan ramah sekali hari itu, meskipun aku tetap takut aneh-aneh kalo berada disekitarnya. Kemudian juga ada dosen-dosen duduk didepanku, beliau-beliau adalah perwakilan dari masing-masing prodi dengan berbagai jabatannya yang aku nggak tau ._.

Singkat cerita, yudisium berjalan dengan lancar. Aku dan teman-teman dekatku yaitu berdasarkan urutan: Vian, Alifah, Lintang, Kurnia, Reza, Maria, Icha, Irfan, termasuk Mahasiswa Cumlaude. Hemmm, kalo ditanya seneng apa nggak, jujur aku biasa aja, dan malah cenderung malu ._. iyaa, aku malu soalnya kayak nggak layak aja aku ada di posisi itu, teman-temanku yang lain itu mereka lebih kreatif dan bisa ngutek-utek dalam hal coding. Beberapa dari mereka juga memiliki pengalaman kerja yang lebih mumpuni daripada aku. Aku bersyukur, tapi aku tetap nggak bisa bangga-bangga banget dengan hasil yang sudah jelas didepan mata ini. Meskipun begitu, aku suangat senang bangets bisa ada didekat mereka nanti waktu wisuda 😀

Ya Allah aku tidak ingin kufur dengan nikmatMu, aku tidak ingin sombong dengan apa yang Engkau tentukan untukku, tapi terima kasih dan segala puji hanya bagiMu yang menghendaki aku dan teman-temanku kebaikan hingga akhir. Semoga kami termasuk hambaMu yang bersyukur dan sukses di dunia dan akhirat. Aamiin…

Karena kami mendapatkan nilai yang baik, dipanggillah satu-satu buat maju kedepan, dengan ekspresi datar hatiku bergumam “duh please iki lapo se katek mengarep barang, ngadek ae lak iso kaan ._. (duh please ini ngapain sih pake kedepan segala, berdiri aja bisa kaan)” *maafkan penulisan yang alayyeah* :’D

Kemudian kami mendapatkan ucapan selamat dari dosen-dosen itu tadi, heeemmm…. Gitu lah kayak yudisium pada umumnya, kemudian acara selesai dan kami keluar kelas.. tapiii sebelum keluar kelas kita diajak foto-foto bareng diluar ruangan sama dosen killer itu tadi, dan beliau sempat menyampaikan bahwa kita harus mengamankan HP sewaktu foto-foto. Yaaah, aku positif thinking aja, mungkin karena banyak orang kan jadi takut ada apa-apa dengan HP kita, jadi kudu diamankan.

Lalu, berbarislah kita sambil nggrumbul gak jelas -_- mencari spot foto terbaik, hehehe.. udah siap foto tapi kita malah disuruh ganti posisi berlawanan dari sebelumnya.. ya kita mah nurut aja gitu, habis ganti posisi dan lokasi kita udah ceria dan pasang pose, difoto deh dengan banyak kamera yang hasilnya aku nggak bisa focus kemana-mana :’)

img-20160905-wa0022
kebaperan masih terasa ketika mau foto u.u

Lagi asik foto, entah kenapa kok dibelakang jadi ricuh.. heemm aku sih tipikal ‘alah emboh’ ‘nggak ngurus’ dll yang penting foto.. dan ternyata mereka ricuhnya gegara disiram air… whaaaattt…….. bapak dosen killer dan mas-mas kampus pada bawa ember berisi air sambil nyiram-nyiram, awalnya sih aku nggak kena, aku langsung minggir mengamankan almamater dan rok hitam yang baru disetrika tadi, dan ternyata kok dibelakang langsung nyiram pas aku noleh -_- aku nggak lihat itu siapa, meskipun kelihatan kering, tapi bagian belakangku basaaaahhh dan menyebabkan masuk angina ringan :’D untung wajahku nggak basah sih, hihiihi

Aku masih berusaha mengamankan diriku sendiri dan tas merahku yang masih tergeletak lemas di parkiran, sambil menyaksikan mahasiswa lain disiram… bapak *sebut saja Inu*, yakni bapak killer yang aku bilang tadi itu juga ternyata ikut disiram sama mas-mas, hhehehe rasain 😀 meskipun kayaknya salah siram sih… pak dosen killer pun sedikit tergelincir yang akhirnya nyenggol sepeda motor di parkiran dan berakibat beberapa motor jatuh seketika… aku Cuma menyaksikan sambil alay-alay bingung di pinggiran….

Seketika aku baper (lagi), aku diam dan merencanakan menulis sesuatu yang menyentuh sepulang yudisium, yang meskipun akhirnya tertunda hingga dua pekan lamanya, dan hasilnya sekarang nggak begitu menyentuh deh.. babah wes biarin….. aku Cuma bisa jujur sama diiriku sendiri dan kadang iri sama teman-teman yang woles dan cepat move on. Iya, aku iri sama mereka yang langsung lupa dan nggak sedih gitu kalo mau pisah, padahal aku bapernya banget banget kalo udah ketemu kata ‘pisah’. Ya anggap saja memang hatiku lemah ._. itu karena cintaku ke kalian kuat rek, kalian sadaro :’D

Udahlah, aku kudu banyak baca artikel tentang menghilangkan kebaperan dan cara cepat move on biar nggak berlarut-larut dalam kesedihan. Masa depan itu masih panjang, insya Allah…. Bangkit dan Percaya kayak lagunya SID : )

Okelah, baiklah, cerita ini tidak menyentuh seperti yang aku harapkan. Cerita ini juga tidak ontime seperti yang aku inginkan. Aku mau titip salam kangen buat dosen-dosen gedung barat, pak Inu, pak B.inggris, pak B.german, pak Digital Dasar, pak Statistika, pak Kalkulus, pak Elektronika dasar, dan ibu-ibu yang ngajarin cinta lingkungan aku lupa nama matkulnya ._. kalian akan ada dan hidup dihatiku sebagai dosen unyu-unyu.

Teruntuk teman-temanku, huhuuuu please aku emoh baper… khususnya TI 4.4, aku bersyukur kelasnya nggak di rolling dan aku bisa sekelas sama kalian bareng 4 tahun lamanya, aku sedih nemen rek habis ini kita mencar jauh, ada dari sabang sampai merauke mungkin.. ya aku tau aku alay rek, aku berlebihan dalam hal perpisahan dan kesedihan menye-menye ini. Tapi lho, rasanya kok kayak aku emoh dewasa :’D aku emoh pisah rasane… bisa gak se kita satu perusahaan sekelas gitu, kayak yang aku tulis di laporan RPL dulu.. enak kan kita bisa bareng terus rek, vian yang ngoding tapi :’D

Terus teman-teman TI 4.3 yang partner sama kelas TI 4.4, kalian match deh kalo sekelas sama kita. Seneng juga bisa kenal kalian juga cewek-ceweknya yang kompak berlima masuk dan lulus bareng.. teman-teman sekamar waktu di AAL, teman-teman waktu satu pleton di AAL, teman-teman waktu ospek…. Ini memang belum wisuda, tapi intensitas pertemuan kita udah juarang….. kangeen qtime dan nunggu kuliah bareng kalian… ya kalian…. Pokoknya sama kalian…….

Akhir cerita, dimanapun kita nanti, mau di Malang, merantau, kerja, kuliah dan apapun, tetap tautkan hati kita dalam kebenaran yang haq. Dan semoga kita bisa tetap jalin silaturahmi dan keep in touch ya… meskipun ada beberapa temen yang mungkin lupa ngabarin, lupa pernah sekelas, amnesia pernah masuk kampus ini, hehehhe…… yang penting terus saling mendoakan 🙂

Sekian, semoga aku nggak nangis lek wisuda, semoga kita udah dapet kerja.. aamiin…

Author: Adamina Islam

both extrovert and introvert 😌

1 thought on “Yudisium tapi Baper”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s