Titik Terendah

berada di titik terendahku

dimana segala rasa pesimis menguasai diriku
merasa selalu bersalah dan yang paling salah
merasa tidak bisa meminta maaf karena jarak
merasa tidak mampu melihat kedepan dengan jelas

merasa dalam suatu permasalahan aku yang salah
merasa aku tidak bisa membuat orang nyaman dan bahagia
merasa tidak ada yang peduli sekalipun apa yang aku katakan
merasa tidak dibutuhkan
merasa jauh
merasa sendiri
merasa tertipu oleh pikiran sendiri dan orang lain
merasa dijauhi
merasa gelap dihati
merasa sia sia dan percuma

diriku hidup, tapi batinku mati
aku berjalan tapi pikiranku kosong
aku memerhatikan tapi aku tak memahami
aku membaca dan mendengar lalu aku melupakannya

diriku sudah seperti bangunan yang roboh
tidak lagi kokoh

imanku kian melemah dan aku merasakannya
berusaha meningkatkan tapi kegelapan masih sangat kuat
berusaha bangkit dengan remah remah dan cuilan iman yang sudah hangus
terbakar amarah dan penyakit yang selalu ingin kulepas

Tuhan,
aku tidak ingin hidup tapi mati
aku tidak ingin bahagia tapi semu
aku tidak ingin berlaku baik tapi sombong
aku hanya ingin taat yang berkelanjutan
selalu siap dan kuat menghadapi badai dan hantaman
selalu percaya dan berserah diri selama melakukan yang benar
Tuhan,
aku ingin meminta maaf pada semuanya
semua yang termasuk diriku sendiri
aku membodohi diri sendiri dan yang lain
tidak ada yang paling Tau kecuali Engkau, Tuhanku.

dan sejauh ini, memang hanya Kau yang selalu menemaniku.

Advertisements

Author: Adamina Islam

both extrovert and introvert 😌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s