Afterthought (2)

“kelihatannya seperti mimpi yang indah,” kata Tuhan. “aku ingin kamu bahagia.”

Advertisements

••• Orang yang Begitu Sedih •••

Seorang anak laki-laki tinggal di rumah besar di atas sebuah bukit. Ia menyukai anjing, kuda, mobil balap, dan musik. Ia memanjat pohon dan kemudian pergi berenang, bermain sepak bola dan mengagumi gadis-gadis cantik. Kecuali harus mengurus dirinya sendiri, ia mempunyai kehidupan yang baik.

Suatu hari, ia berkata kepada Tuhan,

Aku telah berpikir dan berpikir dan aku tahu apa yang aku inginkan ketika aku menjadi dewasa.

apa?” tanya Tuhan.

aku ingin tinggal dalam sebuah rumah besar dengan serambi di depan, dua anjing Saint Bernard dan sebuah taman di halaman belakang. Aku ingin menikahi seorang wanita tinggi, sangat cantik dan baik hati, dan berambut hitam panjang, bermata biru, yang bisa bermain gitar dan bernyanyi dengan suara bening, yang tinggi.

aku ingin tiga anak laki-laki yang kuat sebagai teman bermain sepak bola. Ketika mereka tumbuh dewasa, yang satu akan menjadi ilmuwan besar, satu lagi menjadi senator, dan yang paling muda akan menjadi pemain penyerang belakang bagi tim 49ers.”

aku ingin menjadi petualang yang berlayar di samudra luas dan mendaki gunung-gunung tinggi dan menyelamatkan orang. Dan, aku ingin mengendarai Ferarri merah dan tidak pernah harus menyetir sendiri.”

kelihatannya seperti mimpi yang indah,” kata Tuhan. “aku ingin kamu bahagia.”

Suatu hari, saat bermain sepak bola, anak laki-laki itu terluka lututnya. Setelah itu, ia tidak pernah dapat mendaki gunung-gunung tinggi ataupun pohon-pohon tinggi, apalagi berlayar di samudra luas. Ia pun belajar keras dan memulai bisnis pemasok farmasi.

Ia menikahi seorang gadis yang sangat cantik, baik hati, dan berambut hitam panjang. Tetapi gadis itu pendek, tidak tinggi, ia bermata cokelat, tidak biru. Ia tidak dapat bermain gitar, bahkan tidak dapat menyanyi. Tetapi, ia bisa menyiapkan makanan yang sangat enak, dibumbui rempah-rempah China yang langka dan melukis burung-burung yang bagus sekali.

Oleh karena usahanya, ia tinggal di kota dekat puncak gedung apartemen yang tinggi dengan pemandangan ke laut membiru dan lampu-lampu kota yang kelap-kelip di bagian bawah. Ia tidak memiliki ruang untuk dua ekor Saint Bernard, tetapi mempunyai seekor kucing berbulu halus.

Ia memiliki tiga anak perempuan yang semuanya sangat cantik. Yang termuda, yang duduk di kursi roda, adalah yang tercantik. Ketiga anak perempuan itu sangat mencintai ayah mereka. Mereka tidak bermain sepak bola, tetapi kadang-kadang mereka pergi ke taman dan bermain Frisbee. Tetapi yang paling muda duduk di bawah pohon, memetik gitarnya dan menyanyi dengan indah, lagu-lagu yang sulit terlupakan.

Ia menghasilkan cukup uang untuk hidup dengan nyaman, tetapi ia tidak mengendarai sebuah Ferarri merah. Terkadang ia harus mengambil dan membawa pergi barang-barang. Bahkan barang-barang yang bukan miliknya. Bagaimanapun, ia memiliki tiga anak perempuan.

Kemudian, pada suatu pagi laki-laki itu bangun dan teringat akan mimpinya. “aku sangat sedih.” Ia berkata kepada sahabatnya.

mengapa?” tanya temannya.

karena aku dulu bermimpi menikahi seorang perempuan tinggi berambut panjang dan bermata biru yang memainkan gitar dan bernyanyi. Istriku tidak dapat memainkan gitar ataupun bernyanyi. Ia memiliki mata cokelat dan tidak tinggi.”

Istrimu cantik dan sangat baik hati,” kata temannya.

ia menciptakan gambar-gambar yang indah dan makanan yang paling lezat.”

Tetapi, laki-laki itu tidak mendengarkan. “aku sangat sedih,” laki-laki itu mengaku kepada istrinya pada suatu hari.

mengapa?” tanya istrinya.

karena aku sekali waktu bermimpi tinggal dalam sebuah rumah besar dengan sebuah serambi, dan memiliki dua ekor Saint Bernard dan sebuah taman di halaman belakang. Nyatanya, aku tinggal dalam sebuah apartemen di lantai 47.”

apartemen kita nyaman, dan kita dapat melihat lautan dari tempat duduk kita,” jawab istrinya. “kita memiliki lukisan burung-burung yang indah dan seekor kucing berbulu halus, belum lagi tiga anak yang cantik.”

Tetapi, laki-laki itu tidak mendengarkan. “aku sangat sedih,” laki-laki itu berkata kepada psikolognya.

mengapa?” tanya sang psikolog.

karena aku dulu bermimpi  aku akan tumbuh menjadi seorang petualang yang besar. Sekarang aku hanyalah seorang usahawan yang botak dengan lutut yang jelek.”

persediaan obat-obatan yang kamu jual telah menyelamatkan banyak kehidupan,” kata sang psikolog.

Tetapi, laki-laki itu tidak mendengarkan. Lalu, psikolog itu mengenainya biaya sebesar $110 dan menyuruhnya pulang.

aku sangat sedih,” laki-laki itu berkata kepada akuntannya.

mengapa?” tanya sang akuntan.

karena aku dulu bermimpi mengendarai sebuah Ferarri merah dan tidak pernah perlu menyetir sendiri. Sebaliknya, aku naik transportasi umum dan kadang-kadang aku masih harus membersihkan.”

kau memakai pakaian bagus. Kamu makan di restoran yang baik dan kau telah keliling Eropa,” kata akuntannya.

Tetapi, laki-laki itu tidak mendengarkan. Akuntannya mengenai biaya sebesar $100 kepadanya. Ia terus memimpikan sebuah Ferarri merah.

aku sangat sedih,” laki-laki itu berkata kepada pendetanya.

mengapa?” tanya sang pendeta.

karena aku dulu bermimpi memiliki tiga anak laki-laki, yang satu ilmuwan besar, satu lagi politisi, dan yang terakhir pemain menyerang belakang. Sebaliknya, aku memiliki tiga anak perempuan, dan yang paling muda bahkan tidak dapat berjalan.”

tetapi anak perempuanmu cantik dan pandai,” kata sang pendeta. “mereka sangat mencintaimu, dan mereka semua telah bekerja baik. Seorang adalah perawat, yang lainnya pekerja seni, dan yang paling muda mengajar musik kepada anak-anak.”

Tetapi, laki-laki itu tidak mendengarkan. Ia begitu sedih sehingga jatuh sakit. Ia terbaring dalam sebuah ruang serba putih di rumah sakit, dikelilingi para perawat berpakaian putih. Tabung-tabung dan kabel-kabel menghubungkan tubuhnya ke mesin-mesin yang dulu ia jual ke rumah sakit.

Ia begitu sedih. Keluarganya, teman-teman, dan pendeta berkumpul di sekeliling tempat tidurnya. Mereka semua sangat sedih juga. Hanya psikolog dan akuntannya yang tetap bahagia.

Kemudian suatu malam, ketika semua orang kecuali para perawat telah pulang, laku-laki itu berkata kepada Tuhan. “ingatkah, ketika aku masih seorang anak laki-laki aku memberitahu Engkau semua hal yang aku inginkan?

ini adalah sebuah mimpi yang indah,” kata Tuhan.

mengapa Engkau tidak memberiku semua hal itu?” tanya laki-laki itu.

aku dapat memberikannya,” kata Tuhan. “tetapi aku ingin mengejutkanmu dengan hal-hal yang tidak kamu impikan. Aku menyangka kamu telah memperhatikan apa yang telah Aku berikan kepadamu, seorang istri cantik dan baik hati, sebuah usaha yang bagus, sebuah tempat yang bagus untuk ditinggali, tiga anak yang cantik. Salah satu paket terbaik yang telah aku tempatkan bersama.”

ya,” sela laki-laki itu. “tetapi, aku pikir Engkau akan memberiku apa yang benar-benar aku inginkan.”

dan aku pikir kamu akan memberikan kepadaKu apa yang benar-benar aku inginkan,” kata Tuhan.

apa yang Engkau inginkan?” tanya laki-laki itu. Tidak pernah terpikir olehnya kalau Tuhan menginginkan seuatu.

Aku ingin kau bahagia dengan apa yang telah aku berikan kepadamu,” kata Tuhan.

Laki-laki itu tergeletak dalam gelap sepanjang malam, berpikir. Akhirnya, ia memutuskan untuk memimpikan sebuah mimpi baru, mimpi yang telah lama ia mimpikan bertahun-tahun sebelumnya. Ia memutuskan untuk memimpikan bahwa, apa yang paling ia inginkan adalah hal-hal yang telah ia miliki sekarang.

Dan, laki-laki itu kembali sehat dan hidup bahagia di lantai 47, menikmati suara indah anak-anaknya, mata cokelat istrinya dan lukisan burung-burung yang menawan.

Dan, pada malam hari, ia memandang ke lautan, dengan puas melihat lampu-lampu kota berkelap-kelip.

“kau adalah apa yang kau pikirkan. Semua yang ada padamu muncul dari pikiran-pikiranmu. Dengan pikiran-pikiranmu, kau membuat duniamu.”

–Buddha

 

Berterima kasihlah untuk apa pun yang Anda miliki dan ucapkan do’a ini:

  • Terima kasih Tuhan!
  • Terima kasih Tuhan untuk Alam Semesta yang agung.
  • Terima kasih Tuhan untuk planet yang berlimpah ini.
  • Terima kasih Tuhan untuk hidup saya.
  • Terima kasih Tuhan untuk kehidupan semua yang saya kasihi.
  • Terima kasih Tuhan untuk keajaiban mutlak dari bayi-bayi, hewan-hewan, musik, alam, cinta, dan tahun baru ini.
  • Terima kasih Tuhan untuk kedermawanan yang luar biasa dari teman-teman.
  • Terima kasih Tuhan untuk hari baru ini!
  • Terima kasih Tuhan untuk waktu bersama yang ajaib ini.
  • Terima kasih Tuhan untuk makanan ini.
  • Terima kasih Tuhan untuk kedamaian ini.
  • Terima kasih Tuhan untuk kasihMu.
  • Terima kasih Tuhan!

Berjanjilah pada diri sendiri:

  • Menjadi begitu kuat sehingga tidak ada yang dapat mengganggu kedamaian pikiran anda.
  • Untuk mengharapkan kesehatan, kebahagiaan, dan kemakmuran kepada setiap orang yang Anda temui.
  • Untuk membuat semua teman Anda merasa bahwa ada sesuatu yang luar biasa dalam diri mereka.
  • Untuk melihat sisi terang dari setiap hal dan membuat optimism Anda menjadi kenyataan.
  • Untuk memikirkan hanya yang terbaik, bekerja untuk yang terbaik, dan mengharapkan hanya yang terbaik.
  • Untuk menjadi sama antusiasnya atas keberhasilan orang lain seperti Anda antusias dengan keberhasilan Anda sendiri.
  • Melupakan kesalahan-kesalahan masa lalu dan berjuang menuju pencapaian yang lebih besar di masa depan.
  • Untuk mengenakan wajah ceria sepanjang waktu dan tersenyum kepada setiap makhluk hidup yang kau temui.
  • Untuk memberikan banyak waktu untuk memperbaiki diri sendiri sehingga Anda tidak memiliki waktu untuk mengkritik orang lain.
  • Untuk menjadi terlalu besar untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah, terlalu kuat untuk takut, dan terlalu bahagia untuk mengizinkan hadirnya persoalan.

 

Sumber : Buku “Mr. Positive versus Mr. Negative” oleh Praveen Verma.

 

Author: Adamina Islam

both extrovert and introvert 😌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s