Menikah?

hai Assalaamu’alaykuum.. udah pernah baca artikel ini belom? Kemarin sempet dapet dari temen yg share via Line.

ini artikelnya:

Gimana nggak bete?

Selepas fenomena anak gantengnya ustad nikah umur 17 tahun beberapa waktu lalu, banyak akun-akun yang BUKANNYA ngajak perempuan untuk lebih produktif biar lebih berguna bagi sesama, malah bikin konten galau dan mendorong perempuan agar buru-buru menikah.

Dengar Friends, WE CAN DO SO MUCH THINGS, better than membiarkan diri kita terpengaruh sama embel-embel “halalkan atau tinggalkan”.

Oke lah, we do believe marriage is completing half of our deen, tapi nikah bukan balapan yang harus diburu-buru. Syarat dan ketentuan berlaku!

Kenapa nggak lebih mengarahkan perempuan untuk mengejar pencapaian-pencapaian mereka?
Tulang rusuk nggak bakal tertukar guys, itu udah takdirnya ALLAH.

Ingat, perempuan adalah madrasah pertama kelak buat anak-anaknya.
Perempuan butuh banyak explore ilmu pengetahuan, butuh banyak belajar keterampilan, wawasannya harus luas biar nantinya BISA MENDIDIK generasi penerus yang cerdas, serta harus pandai mengelola keuangan supaya nggak stress di akhir bulan.
Perempuan kan kalau statusnya udah resmi “istri” otomatis bertransformansi jadi ahli ekonomi.

The point is, mau nikah umur berapapun, ya itu pilihan.

Tapi mbo ya jangan menggencarkan nikah muda dengan cara-cara yang salah, yang kadang dibalut label dakwah dan membuat banyak perempuan di luar sana jadi galau nggak jelas pengin segera di-khitbah.

Dan yang ngeri, karena ngebet nikah tapi masih labil, banyak kasus cerai karena bahtera yang mereka jalani diterpa badai tanpa tau cara menangani.
Pernikahan ibarat gunung es, di bawahnya jelas banyak masalah tapi justru kadang nggak dibahas mendalam.

Padahal masalah basic semisal problem finansial atau pengendalian emosi kedua belah pihak yang masih mirip bocah merupakan hal krusial.
FYI, data dari peradilan agama tahun 2015 menunjukkan angka perceraian di Indonesia meningkat selama 5 tahun terakhir dari level angka 59%.

Nikah BUKAN CUMA sekedar buat melegalkan pegangan tangan, ciuman, ena-ena dengan dalih ibadah, pokoknya more than just making sex HALAAL.
Ini pernikahan, bukan mau terjun macem bungee jumping.
Berbekal ‘nekat’ saja nggak bakal bisa beli susu bayi, popok, deterjen, tagihan listrik, cicilan mobil, nabung umroh dan haji, kecuali situ mau nekat nodong kasir minimarket atau kasir pln.
Ya kali -_-”

However, buat kamu-kamu yang sudah menikah dalam usia yang terbilang muda: SELAMAT!
Kamu sungguh sangat berani menempuh tahap kehidupan bersama pasanganmu (dan mungkin juga anak-anak kalian).
Semoga kalian selalu diberkahi.
Mungkin masalah yang dihadapi kalo dua orang jadi satu bakal lebih kompleks, tapi itu akan tercover oleh kebahagiaan lebih besar yang dirasain oleh mereka, bila dibanding kita-kita yang masih single.

And then buat kamu-kamu yang sok galau pengen dikhitbah, coba deh, yakinkan hati, beneran udah siap atau cuma disiap-siapin.
Kalau beneran udah siap, congrats!
Mudah-mudahan pangeranmu lekas mendatangimu.
Kalau ternyata belum, santai cyin, hidupmu masih panjang, main dulu ke Reykjavik, atau Wageningen, atau dolan-dolan ke danau labuan cermin di Kalimantan.
Atau mau sekolah ambil magister maupun doktoral boleh banget tuh.
Btw, dulu di Pakistan sana, ada gadis remaja, si Malala Yousafzai, dia sampai ditembak sama Taliban karena memperjuangkan hak-hak perempuan untuk bersekolah.
Lah ini, kamu mosok udah hidup enak di negara yang mendukung pendidikan buat perempuan, malah galau karena Allah belum mempertemukan pangeranmu.

Jangan larut dalam galau lah, coba buka An Nuur 26.
Gimana? Udah mendingan?
Perempuan cerdas adalah untuk lelaki cerdas pula.
Eksplorlah sebanyak mungkin tentang dunia, sebelum kamu menikah, maka anak-anakmu akan terlahir dari rahim ibu yang cerdas.
Plus, suamimu berhak mendapatkan pasangan hidup yang mampu berjuang bersama menopang keutuhan rumah tangga dengan pengetahuan dan pengalamannya.

I tell you, ini bukan kok sebab kena pengaruh paham liberal atau apa, sama sekali bukan.
Finally, banyak sekali ilmu pengetahuan yang sayang jika dilewatkan.
Banyak jenis orang yang patut diajak berbincang.
Dan juga sangat banyak tempat yang menarik serta asik untuk ditelisik.
Selamat bereksplorasi~

Inti dari aku ngeshare artikel ini adalah entah kenapa, aku setuju. Kita disini gak memaksakan untuk melulu memikirkan itu. Masih banyak hal yang bisa kita pelajari sambil bersiap diri sebelum pada akhirnya benar-benar menikah nanti. Juga banyak hal yang perlu dibaperin diluar konteks nikah. Tapi ga usah nyinyir kalo banyak temen yang udah nikah duluan, hehehe
semoga segera dipertemukan bagi yang belum, dan bagi yang sudah semoga semakin langgeng dan bahagiaa 😀

netral aja lah semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Author: Adamina Islam

both extrovert and introvert 😌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s