Intermezzo

Tipikal Jodoh

assalaamu’alaikum 😊

happy eid mubarak 1439 H semuanya, semoga bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan, dan juga bisa bikin target ibadah yang kece kedepannya 😏

img src Pinterest.

hmm, artikel kali ini berawal dari siang tadi yang kebetulan ada acara halal bihalal sama temen kuliah. habis maaf²an, kemudian rasan² 😅 kemudian maaf²an lagi..

disela-sela perbincangan dengan teman², yang namanya cewek pasti akan ada aja pembicaraan khusus 😙 bahas masalah jodoh. bukan hal tabu lagi buat gadis seumuran aku buat ngomongin hal itu. lantas akhirnya kita sama² cerita dan yaaa…. aku merasa kayak sehati gitu sama temenku satu ini 😊

ternyata kita memiliki masa lalu yang bisa dibilang sama. males sih bahas masa lalu, tapi kayak nyambung aja gitu sama masa depan, hehe ya gimana lagi dong 😂

dalam 6 bulan terakhir ini aku hampir dijodohkan sama 3 orang. ada yang kenalan temen, ada yg kenalan ortu, dan ada juga yang kalo bisa jangan 😅

bukan aku yang mau dan minta, orang lain yang menawarkan dan aku rasanya kayak sumpek 😂 “apakah aku terlihat semerana ini sendirian?

kemudian setelah aku tau mereka, dari kesemuanya itu aku memiliki kesimpulan bahwa, orang baik itu relatif.

ya, dalam memilih jodoh itu kita harus selektif kan. maksudnya agama, kepribadian, fisik, tanggung jawab dll itu semuanya penting.

orang baik itu, macem macem. semuanya yang dikenalin ke aku itu baik. mereka semua baik. dan untuk merasa “nggak cocok” pasti karena ada alasan lain yang memang udah jadi semacam prinsip buat aku.

ya aku memang bukan orang sempurna. aku jauh dari kata baik, aku juga nggak menawan atau cantik, aku nggak pinter banget. pokoknya aku biasa aja.

tapi udah biasa aja kok masih pemilih sih? kok masih belum dapet aja yang cocok? kamu kebanyakan milih kali..

kayak gitudeh kalo aku ngebully diriku sendiri. tapi aku memiliki alesan itu gini,

kalo memang dengan baik aja cukup, mungkin aku bakal nikah sebelum unas smk kali ya.

karena semua hal terjadi bukan tanpa alasan.

just because dia baik, bukan berarti langsung cocok lalu nikah.

just because dia baik, doesn’t mean ortu kedua belah pihak bakal setuju lalu kalian akad.

dan aku tipikal orang yang nggak enakan kalo mau nolak, akhirnya aku berusaha teges dalam hal apapun yang kadang bikin orang lain berpikir aku keras dan galak.

jika ada orang baik yang datang disaat yang tidak tepat, maka dia bukan buat kamu.

sampai saat ini, itu prinsipku dalam memilih jodoh. karena aku selalu berat buat melepas segala sesuatu yang hampir bahkan pernah aku miliki. udah pernah sakit hati jadi lumayan bego juga kalo mau disakitin lagi kan 😅

kesimpulannya, dari mereka yang dikenalin itu tadi nggak ada yang jadi. dan Alhamdulillah itu artinya aku masih diberi kesempatan buat memperbaiki diri.

disisi lain, jodoh juga nggak serumit itu kalo kata ibukku, she said,

kalo jodoh prosesnya cepet kok.

dalam artian, akan ada masanya kamu merasa bahagia single, lalu ketika ada orang datangpun kamu gak menolak dan merasa cocok, kemudian Allah memberi kemudahan untuk proses pernikahan itu. just it, cepet pokoknya. cepet bukan berarti terburu-buru ya.

tapi maksud bahagia single apaan ya? 🤔

jadi gini, pernah dalam suatu waktu itu ada feeling kasian sama diri sendiri (ini pengalaman pribadi) karena banyak temen² yang umurnya dibawahku itu nikah duluan. mereka masih muda dan ortu mereka percaya mereka sudah siap dan mampu untuk menikah.

dan adek² yang udah nikah tadi itu kalo ketemu aku bawaannya bilang gini “mbak, buruan nikah gih.. kok masih betah sendiri..“. emm yaaa…. bingung juga jawabnya 😂 karena emang itu bukan kuasaku juga kan.. hehe..

kalo kamu lihat temenmu sudah nikah duluan meskipun masih muda. berarti mereka sudah siap dan mampu dimata Allah. sementara kamu din? kamu belum siap dan belum mampu dimata Allah, maka Dia memberi kamu waktu memperbaiki diri dan mengembangkan potensimu dulu sebelum akhirnya kamu menikah. nggak usah ditunggu, kamu siap² aja..

kira² seperti itu kata² yang terus aku bilang ke diriku sendiri 😊

karena jujur aja, aku nggak pernah merasa sebebas ini ketika single. aku ngrasa kayak bebas aku nggak mikirin orang lain kecuali keluargaku. aku bahagia nggak perlu cemburu ke cewek manapun. aku ngerasa mau fokus sama yang bikin aku sukses dan bahagia nanti. aku ngerasa gak kudu pusing mikirin prasaan si dia. aku ngrasa…… it’s just about me 😅

mungkin orang ngiranya aku kayak enggan menikah atau apalah. eh nggak gitu juga, aku juga mau nikah 😙 cuma kalo emang belum ketemu sama jodohnya ya aku nikmatin aja hidupku sekarang. karena sebelumnya sempet galau berat karena nggatau bakal ngapain lagi di hidup ini kalo nggak nikah (halah 😅)

Allah selalu punya cara buat bikin hambaNya paham akan kehidupan. nggak selalu dengan kebahagiaan atau canda tawa. tapi bisa juga dengam rasa sakit dan renungan panjang.

sabar adalah kuncinya, dan jangan pernah menunggu. kamu nggak akan tau kapan hidupmu berhenti. bergeraklah, bersiaplah akan segala sesuatu. manfaatkan waktu yang ada. berbahagialah dengan kesibukan dan kehidupan yang diberikan. selalu ada tenang disela-sela gelisah. ingat Allah terus dan terus.. hidup ini tentang kamu dan Allah.

Advertisements
Intermezzo

Setiap Orang itu Berbeda

banyak orang membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain

padahal tingkat kesusahan, tips menghadapi sesuatu dari setiap orang berbeda

contohnya,

  • nggak semua org mudah bercerita dan terbuka dgn org lain. ketika org yg pendiam menjadi terbuka, pasti dia mengalami tingkat kesulitan tersendiri yang berbeda dgn orang terbuka yang dengan mudahnya berbaur dan menceritakan ini itu.
  • nggak semua orang mudah berbagi. mudah saja bagi mereka yang suka berbagi atau terbiasa berbagi, bahkan itu hal menyenangkan utk dilakukan. tapi bgmna dengan orang yang yg tadinya kikir, enggan memberi dan lebih peduli pada diri sendiri. ketika dia ingin mulai belajar berbagi, dia sedang melatih dirinya sendiri mengubah mindset dan pola pikir utk belajar memberi.
  • nggak semua orang mudah memaafkan. memaafkan kadang terdengar simpel, tergantung duduk permasalahannya 🙂 tapi utk orang yg gampang tersulut emosinya, hal itu tidak mudah bahkan nyaris “sebaiknya jangan bertemu lagi denganku”. memaafkan butuh waktu dan perundingan lebih utk diri sendiri. meskipun itu mudah bagi orang penyabar yang mudah legowo
  • nggak semua orang bisa cuek dan tidak cemburuan. ada dalam pasangan ketika mereka memang bawaannya tidak cemburuan ketika melihat pasangannya sedang berbicara atau bercanda dengan teman lawan jenisnya mereka tidak merasa terganggu dan merasa hal itu sah-sah saja. tapi bagi mereka yang cemburuan dan overprotektif, jangankan ketika pasangannya bercanda pada lawan jenis, tersenyum menyapa saja sudah panas dan ingin mengobrak-abrik tidak rela (omg)
  • nggak semua orang gampang “move on”. disini ada tipikal orang yang “so easily move on” dan yang saking setianya “so desperate to move” ._. disini ada masalah waktu, ada yg 1 bulan sdh merelakan dan ganti pasangan, ada yang sampai 1 tahun masih baperan aja (haha, peace ✌) perjuangan mereka yang “so desperate to move” pasti jauh lebih berat.. makanya, buat kalian yang suusah move on jangan merasa zbl dan kzl sama mereka yang guampang move.. insya Allah nanti ganjarannya berbeda kok, sesuai dengan tingkat kesusahan 🙂
  • nggak semua orang penyabar. ada, orang yang dicaci maki dieemm aja, terimaa… uuhhhh pokoknya pendiam dan penyabar. ada juga, orang yang disenggol dikit udah macem “APA LO? CARI MASALAH?” sambil melotot dan efek kamera zoom in zoom out 😂 ketika mereka yang mudah tersinggung itu mulai belajar buat sabar dan lebih tenang, itu bukan hal gamlang yang mereka lalui.

dan masih buanyak hal yang berbeda dari tiap orang tapi kerap dibanding-bandingkan

hargai diri sendiri bagi kalian yang mengalami banyak proses pengubahan mindset dan kepribadian

dalam hidup jangan lelah belajar menjadi pribadi yang terus menerus membaik

karena apa yang diuji adalah kelemahan kita sendiri

contohnya ketika kamu org yang susah move on berpasangan dengan org yang gampang move on, pas kalian pisah alias putus, disini ada jurang perbedaan jauh.

bisa jadi yang sdh move on lgsg dapet pengganti, dan yang belum move on masih kzl dan zbl sama mantannya 😅

disini ujiannya adalah belajar melepaskan dan move dari masa lalu

setiap hal pasti ada saja manfaat dan hikmahnya, karena itu kita harus memilih mau bagaimana menanggapi hal itu.

pilih yang baik buat dirimu sendiri utk kehidupan mendatang 🙂

karena yang namanya belajar itu pengorbanan dan rasa sakit yang dirasakan pada masa sekarang.

intinya, parameter perubahan itu perbandingan antara dirimu yang dulu  dan yang sekarang, bukan orang lain dengan kamu yg sekarang 🙂

Intermezzo

Ada Apa Dengan “Menari Dibawah Hujan”?

Sempet dijadikan bahan guyonan teman-teman ketika dulu title blog ini adalah “Menari dibawah Hujan”..
jujur awalnya aku mau pake Bahasa Inggris, jadi mungkin bakal jadi gini “Dancing In The Rain” -_- tapi kok jadi absurb yah :’D

akhirnya aku memutuskan pake Bahasa Indo aja. Mengapa “Menari dibawah Hujan?”

Continue reading “Ada Apa Dengan “Menari Dibawah Hujan”?”

Intermezzo

Ini Akhirmu.

terima kasih, Tuhan
dengan segala kebesaranMu dalam campur tangan di hidupku

Kau yang Maha Mendengar dan Mengetahui yang paling baik untuk hambaMu

Kau perkenankan do’a di tiap akhir sujudku

Kau tunjukkan yang benar dan terbaik menurut pilihanMu

dia bukan untukku

maka aku akan tegar dengan segala KuasaMu

kini kau kirim dia jauh jauh dari hidupku

sebelum aku sadar bahwa terakhir kali aku bertemu

dengannya, aku yang menolak karena alasan palsu

kini baik baiklah di kehidupanmu

kamu bukan sesuatu untuk berada di cerita dan tulisanku
fin~